Indahnya Akhlak Rasulullah
Sholla ‘alaikallah, Ya
Rasulullah
Sholla ‘alaikallah, Ya
Rasulullah, Ya Habibullah...
Ya Rasulullah, kekasih Allah...
...
Sahabat, ketika engkau mencari
seseorang yang layak engkau jadikan panutan, ingatlah beliau. Karena sungguh,
betapa mulianya pribadi yang dimilikinya. Pantas jika Allah swt sangat
mencintainya.
Rasulullah, seorang insan
manusia yang terjaga prilakunya, yang terjaga keimanannya, yang terjaga segala
sesuatunya. Beliau memang orang pilihan Allah swt yang dibersihkan hatinya.
Namun ia pun manusia, yang pada fitrahnya memiliki nafsu. Tapi subhanallah, beliau
mampu me-manage pola kehidupannya, hingga ia pantas dijadikan
panutan semua ummat.
Sahabat, alhamdulillah, saya mempunyai
oleh-oleh, hasil dari mentoring, yang sepatutnya saya share pada kalian. Ada beberapa
akhlak utama rasulullah yang menjadikan beliau begitu terkesan keren. Jika sahabat
ingin keren seperti rasulullah, tips nya ialah... ikuti saja beberapa akhlak
utama rasulullah berikut ini:
1. Jujur
1. Jujur
Sahabat tentunya tau atau setidaknya bisa
membayangkan betapa manisnya buah kejujuran. Selain mendapat pahala yang “waaah”
dari Allah swt, kita pun akan mendapat kepercayaan dari orang lain. Tentunya
sahabat tau kan ketika rasulullah berdagang sampai sukses. Nah, triknya ialah
dengan berlaku “JUJUR”. Karena dengan kejujuranlah pelanggan akan memberikan
kepercayaan lebih padanya. Subhanallah... itu hanya salah satu contoh dari
kejujuran beliau. Dengan sifat jujurnya tersebut, beliau mendapat gelar Al-amin.
Sebaliknya, ketika kita menanam dusta walaupun
dalam hal kecil sekalipun, dusta itu akan tumbuh menjadi dusta yang besar. Karena
akan merembet kemana-mana, yaaah kepalang
bohong dari awal, yaa diterusin deh ngarang nya, iya kan? Makanya hati-hati
dalam berucap. Hehe...
2. Dermawan
Allah swt berfirman dalam QS. Albaqarah :261, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
2. Dermawan
Allah swt berfirman dalam QS. Albaqarah :261, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Sahabat, dalam hadits pun dikatakan bahwa shadaqoh
yang paling murah ialah tersenyum. Apalagi kelembutan. Dan semua itu tak harus
dibayar dengan uang, maka tebarlah senyum untuk sesama, untuk semua orang. Semoga
Allah swt selalu memberi kita pahala yang melimpah atas senyuman kita itu J
Engkau tau, Rasulullah saw terkenal dengan
kedermawanannya. Engkau tau, meskipun rasulullah dicaci dan dimaki oleh orang
kafir, ia tetap sabar dan dermawan pada siapa saja, termasuk pada orang kafir
tersebut.
Dalam sebuah hadits, diceritakan bahwa suatu hari
Abu bakar, ayahnya siti Aisyah yang menjadi istri Rasulullah, bertanya pada
putrinya. “Putriku, Aisyah, amalan apa yang selalu dilakukan oleh rasulullah,
namun belum ayah amalkan?” Aisyah menjawab, “Semuanya sudah selalu ayah
amalkan, kecuali 1 yang belum”. Abu
bakar bertanya kembali, “amalan apakah itu?” Aisyah pun menceritakannya, “Rasulullah
selalu menemui seorang lelaki tua yang buta. Beliau selalu memberi makanan dan
menyuapinya”.
Abu bakar pun mengamalkannya. Ia sengaja
mendatangi rumah lelaki buta yang aisyah ceritakan sebelumnya, abu bakar hendak
memberikan makanan untuknya. Lelaki buta tersebut bertanya “siapa?” Abu bakar
menjawabnya dengan mengatakan, “orang yang biasa”. Maka mulailah lelaki buta
tersebut bercerita panjang lebar, sementara abu bakar menyuapinya. Dalam
ceritanya, ternyata lelaki buta tersebut selalu mencaci maki rasulullah. Dan itu
dilakukannya setiap hari, setiap rasulullah menyuapinya. Pada hari itu, lelaki
buta tersebut merasakan hal yang berbeda, ia bertanya, “Siapa engkau? Engkau pasti
bukan orang yang biasa menyuapiku. Suapanmu tak selembut dia. Katakan, siapa
engkau?” Abu bakar pun menjawab, “aku Abu bakar. Engkau tau siapa yang selalu
menyuapimu setiap hari dengan lembut? Ia adalah Rasulullah.” Mendengar demikian,
lelaki buta tersebut pun langsung masuk islam.
Sungguh, hanya dengan kelembutannya pun, dapat
membius seseorang yang yang mencaci makinya menjadi mualaf. Subhaallah...
3. Pemalu
3. Pemalu
Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa rasulullah adalah seseorang yang sangat pemalu sekali. Pemalu disini bukanlah sifat pemalu yang membuat ia menjadi minder, dll. Tapi malu disini ialah malu pada Allah swt dan umatnya jika beliau tidak mematuhi perintah dan aturan dari Allah swt. Beliau malu apabila beliau melakukan kekhilafan. Sedangkan kita? Sepertinya hal yang tabu pun tidak dianggap tabu lagi. Naudzubillah...
4. Menepati Janji
Rasulullah sangat menghargai akan sebuah janji. Pernah diceritakan, ketika Rasulullah janji untuk bertemu dengan seseorang di sebuah tempat, namun orang tersebut tak kunjung datang, maka rasulullah menunggunya di tempat yang sama sampai sehari semalam. Beliau tetap berhusnudzan bahwa orang tersebut mungkin memiliki halangan terlebih dahulu, sehingga datang terlambat. Namun orang tersebut tak kunjung datang. Beliau tetap berhusnudzan terhadap orang itu. Wallahualam... Tapi mampukah kita demikian?
Sesungguhnya menepati janji itu perlu, Allah swt berfirman,
"Wahai orang yang beriman, tepatilah janjimu." (Q.S.
Al-Ma'idah [5] :1).
5. Menutupi Aib
5. Menutupi Aib
Sahabat, sesungguhnya membuka aib kawan kita sendiri sangatlah buruk. Karena dengan membuka aibnya tersebut, mungkin atau bisa dikatakan pasti, kawan kita tersebut akan merasa tersinggung, sakit hati, dan merasa rendah. Itu bisa dikatakan mendzoliminya juga loh... maka dari itu, kita harus berhati-hati ketika menyimpan aib kawan kita atau saudara kita, jangan sampai bocor dan terdengar oleh orang lain. Membuka aib seseorang itu juga pastinya termasuk pada perbuatan ghibah. Astaghfirullah... dosanya meruntut juga yah...
Nah, itulah sahabat, 5 akhlak utama yang dimiliki rasulullah.
Sungguh sangat sederhana, bukan? Mari kita coba untuk mengamalkannya...
Salam hangat,
Riris Kharisma dewi
