Aku Takut Aku Sombong
Aku Takut Aku Sombong
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (angkuh).” (QS. Luqman:18)
Astagfirullahal’adzim.. ya allah, apa yang selama ini aku lakukan?
Apakah aku pun termasuk orang yang tak Engkau sukai? Apakah aku pun termasuk orang-orang yang mengagungkan diri. Sungguh, aku seharusnya tersadar bahwa apa yang telah aku miliki, apa yang berhasil ku perbuat itu hanya karena-Mu. Hanya karena-MU…
Ya Allah, bila saja aku bisa mengucap apa yang ku ucap dalam hati ini. Andai aku mampu mengungkap apa yang aku ungkap dalam hati. Akh, namun… aku pun belum yakin apakah aku benar merasakannya?
Ya Allah, hanya engkau yang mengetahui setiap apa yang dikatakan oleh hamba-Mu. Engkau mengetahui apa yang ditakutkan hamba-Mu, keresahan hamba-Mu, kebimbangan yang mendalam namun tak sempat terungkap. Engkau yang tahu, Ya Allah.
“Tidak akan masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya terdapat sedikit kesombongan”. (HR. Muslim)
Astaghfirullahal’adzim.. Astaghfirullahal’adzim.. Astaghfirullahal’adzim..
Ya allah, aku takut…
Jujur, aku takut ketika aku mendengar hadist ini. Aku takut akulah orang yang penuh kesombongan ini. Walau, yang aku sombongkan hanyalah setitik tinta yang berhasil aku gambarkan di kanvas kehidupan ini. Walau yang aku sombongkan bukanlah garis, bidang, apalagi lukisan indah di kanvas kehidupan ini. Aku takut, Ya Allah… aku takut…
Namun, apakah boleh, ketakutanku hanya karena tak KAU berikan kehidupan surga-Mu untukku, karena tak KAU ridhoi segala langkahku, hanya karena kesombonganku. Hingga pun aku mendengar,
“…Demikianlah Allah mengunci mati pintu hati orang yang sombong dan sewenang-wenang” (QS.Al -Mukmin: 35)
Ya allah, apakah itu berarti aku tak kan pernah bisa menembus keridhoan-MU dan pintu surga-MU?
Ya Allah, bila boleh aku meminta, aku memohon…
Lindungi hati dan setiap ucapku! Memang Engkau, justru yang menjadi juri atas langkahku di kehidupan ini. Atas kuat atau lemahnya imanku di dunia ini. Tapi, hanya dengan kekuatanMu lah aku melangkah, hanya dengan Hidayah-Mu lah aku berubah, dan hanya dengan keyakinan dri–Mu lah aku beriman. Hanya dari-MU dan hanya untuk-Mu lah aku berada disini, di kehidupan ini. Lindungi aku… lindungi aku dari penyakit hati. Tegur aku saat aku salah, bangunkan aku ketika aku terjatuh, dan papahlah aku ketika aku tiada daya!!!
Buat aku selalu mencintai-Mu. Ya Rabb…
Amiiin…
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (angkuh).” (QS. Luqman:18)
Astagfirullahal’adzim.. ya allah, apa yang selama ini aku lakukan?
Apakah aku pun termasuk orang yang tak Engkau sukai? Apakah aku pun termasuk orang-orang yang mengagungkan diri. Sungguh, aku seharusnya tersadar bahwa apa yang telah aku miliki, apa yang berhasil ku perbuat itu hanya karena-Mu. Hanya karena-MU…
Ya Allah, bila saja aku bisa mengucap apa yang ku ucap dalam hati ini. Andai aku mampu mengungkap apa yang aku ungkap dalam hati. Akh, namun… aku pun belum yakin apakah aku benar merasakannya?
Ya Allah, hanya engkau yang mengetahui setiap apa yang dikatakan oleh hamba-Mu. Engkau mengetahui apa yang ditakutkan hamba-Mu, keresahan hamba-Mu, kebimbangan yang mendalam namun tak sempat terungkap. Engkau yang tahu, Ya Allah.
“Tidak akan masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya terdapat sedikit kesombongan”. (HR. Muslim)
Astaghfirullahal’adzim.. Astaghfirullahal’adzim.. Astaghfirullahal’adzim..
Ya allah, aku takut…
Jujur, aku takut ketika aku mendengar hadist ini. Aku takut akulah orang yang penuh kesombongan ini. Walau, yang aku sombongkan hanyalah setitik tinta yang berhasil aku gambarkan di kanvas kehidupan ini. Walau yang aku sombongkan bukanlah garis, bidang, apalagi lukisan indah di kanvas kehidupan ini. Aku takut, Ya Allah… aku takut…
Namun, apakah boleh, ketakutanku hanya karena tak KAU berikan kehidupan surga-Mu untukku, karena tak KAU ridhoi segala langkahku, hanya karena kesombonganku. Hingga pun aku mendengar,
“…Demikianlah Allah mengunci mati pintu hati orang yang sombong dan sewenang-wenang” (QS.Al -Mukmin: 35)
Ya allah, apakah itu berarti aku tak kan pernah bisa menembus keridhoan-MU dan pintu surga-MU?
Ya Allah, bila boleh aku meminta, aku memohon…
Lindungi hati dan setiap ucapku! Memang Engkau, justru yang menjadi juri atas langkahku di kehidupan ini. Atas kuat atau lemahnya imanku di dunia ini. Tapi, hanya dengan kekuatanMu lah aku melangkah, hanya dengan Hidayah-Mu lah aku berubah, dan hanya dengan keyakinan dri–Mu lah aku beriman. Hanya dari-MU dan hanya untuk-Mu lah aku berada disini, di kehidupan ini. Lindungi aku… lindungi aku dari penyakit hati. Tegur aku saat aku salah, bangunkan aku ketika aku terjatuh, dan papahlah aku ketika aku tiada daya!!!
Buat aku selalu mencintai-Mu. Ya Rabb…
Amiiin…