Mau Kaya? Sedekah Aja!
Assalamualaikum....
Bagaimana Kabarmu? Baikkah? Keadaan Dompet juga baik kan??? Soalnya, kalo dompet sakit, pikiran jadi nggak tenang kan? Hayooo... ngakuuuu.....!!!
Aku tahu loh gimana caranya agar dompet tetep sehat. Ialah dengan Sedekah. Di jamin deeehh... dompetmu tetap dilindungi allah. Hehehe... amiinn
Kenapa sedekah???
Yuk kita lihat, ada apa dibalik sedekah itu!!!
Hidup kita tidak semulus yang kita mau. Semua atas kehendak-Nya. Terkadang kita merasa sangat kecil dan sengsara hanya karena kekurangan uang. Ya, karena kurang uang berarti kurang pula masukan untuk dijadikan tenaga. Benar kan? Namun, kita tidak perlu khawatir, disaat kita ketakutan tidak mendapatkan sesuatu hal, ingatlah bahwa Allah Maha Pemurah. Dia Maha Segalanya. Janji-Nya begitu sempurna dan tak pernah dia ingkari.
Begitupun dengan sedekah. Allah mempunyai janji bahwa Dia akan membalas apa yang kita sedekahkan, bahkan lebih dari itu. Dengan sedekah, Allah akan mendatangkan ampunan, menghapus dosa, dan menutup kesalahan kita. Itu bukan iming-iming belaka agar kita mau menyedekahkan harta kita untuk orang lain, tapi karena itulah balasan bagi orang-orang yang yakin atas Pemurahnya Allah.
Lho, kita saja susah, gimana mau bersedekah???
Astagfirullah... ketika kita merasa susah, sengsara atau... yah pokoknya yang membuat sedih deh, coba kita lihat di luaran sana. Apakah di luar sana bersih dari orang-orang yang sengsara? Apakah ternyata hanya kita yang sengsara?
TIDAK bukan???
Ya Allah, ampuni hamba-MU. Terlalu serakah hamba di dunia ini, padahal hamba tahu, dalam harta yang hamba punyai ada hak orang lain didalamnya. Ada hak anak yatim di dalamnya. Astagfirullah... Astagfirullah... Astagfirullah...
Teman, banyak kisah nyata yang menyatakan bahwa ternyata Allah itu Maha Rahim.
Aku pernah membaca salah satu Blog milik suatu keluarga yang berpenghasilan pas-pasan. Sang kepala keluarga berusaha meyakinkan dirinya dan istrinya bahwa Allah itu Maha Pemurah. Ia terus meyakini dan harus yakin dengan mantap bahwa Allah itu akan mengganti hartanya yang akan ia sedekahkan.
Suatu hari, mereka bersama seorang anaknya yang baru berumur 10 bulan pergi ke monas. Keuangan mereka saat itu sedang kurang bersahabat. Biasa mereka berbelanja keperluan sehari-hari dengan sangat hemat. Tersisa 2 lembar uang kertas di dompetnya. 1 lembar untuk ongkos dan yang lainnya benar merupakan sisanya.
Sang kepala keluarga terenyuh saat melihat pasukan pengumpul infak, untuk saudara kita semua di Gaza, beraksi. Ia sangat ingin menyedekahkan sebagian rezekinya itu untuk saudara kita di Gaza. Awalnya istrinya masih merasa ragu. Namun akhirnya mantap. Mereka pun menyedekahkan 1 lembar uang kertas dari sisa itu.
Subhanallah, apa yang terjadi kawan?
Belum juga 24 jam, uang itu telah terganti. Kemudian setengah dari itu ia sedekahkan kembali. Dan 10 hari kemudian, uang itu terganti 7 kali lipat. Kemudian setengah dari itu kembali ia sedekahkan 2 hari kemudian, ia mendapatkan gantinya sebesar 10 kali lipat. Subhanallah...
Ya Allah... betapa pemurahnya Engkau.
Memang untuk urusan sedekah, ini tergantung pada hati kita masing-masing. Tergantung pula dari niat kita.
Pernah pula Aku menyimak salah satu acara televisi (acaranya ust. Yusuf Mansyur, Nikmatnya Sedekah), Ada kisah tentang seseorang (nggak tahu ibu2 atau bapak2, lupa lagi. Heheh), dia dilanda hutang. Rumahnya nyaris disita. Namun, saat itu dia yakin bahwa sedekah akan membawanya keluar dari masalahnya. Subhanallah, bukan hanya hutang yang terlunasi, dengan ketulusannya bersedekah, ia mendapatkan rumah yang baru yang lebih dari rumahnya itu. Hmmm temen-temen mau???
Terus, ust. Yusuf Mansyur juga pernah cerita bahwa beliau pernah mendatangi sebuah bengkel besar. Beliau berkata pada pegawai disana ”Subhanallah, besar banget bengkelnya, usaha antum maju.”
Namun sang pegawai hanya tersenyum dan menjawab bahwa bengkel itu milik majikannya, bukan miliknya. Ustad berkata, ”Antum pengen punya bengkel seperti ini?” dengan tegas sang pegawai mengangguk, tentu! ”Bersedekah dan shalat malamlah, minta sama Allah bahwa antum ingin punya bengkel sebesar ini!”
Apa yang terjadi beberapa tahun kemudian? Wow, Dia mempunyai bengkel miliknya sendiri yang lebih besar dari bengkel itu. Subhanallah...
Hmmm... Kisah-kisah itu cukup membuat kita merinding bukan? Benar atau tidaknya, wallohualam... Yang pasti, kita harus yakin dengan janji-janji Allah.
Apa yang bisa kita sedekahkan, sementara kita hanya seorang pelajar yang nggak punya pemasukan? (kata siapa? Bukannya punya uang bulanan?hhehe...)
Kita nyoba menginfakan sedikit saja dari bekal kita, yuk!! Yang penting niat dan ketulusan kita memberi. Mudah-mudahan dapet nilai plus dari Allah.
Yuk, kita coba bareng-bareng, mencintai harta kita dengan beramal... semoga Allah meridhoi kita... amiiin...
Salam sayang, Riris Kharisma Dewi
Bagaimana Kabarmu? Baikkah? Keadaan Dompet juga baik kan??? Soalnya, kalo dompet sakit, pikiran jadi nggak tenang kan? Hayooo... ngakuuuu.....!!!
Aku tahu loh gimana caranya agar dompet tetep sehat. Ialah dengan Sedekah. Di jamin deeehh... dompetmu tetap dilindungi allah. Hehehe... amiinn
Kenapa sedekah???
Yuk kita lihat, ada apa dibalik sedekah itu!!!
Hidup kita tidak semulus yang kita mau. Semua atas kehendak-Nya. Terkadang kita merasa sangat kecil dan sengsara hanya karena kekurangan uang. Ya, karena kurang uang berarti kurang pula masukan untuk dijadikan tenaga. Benar kan? Namun, kita tidak perlu khawatir, disaat kita ketakutan tidak mendapatkan sesuatu hal, ingatlah bahwa Allah Maha Pemurah. Dia Maha Segalanya. Janji-Nya begitu sempurna dan tak pernah dia ingkari.
Begitupun dengan sedekah. Allah mempunyai janji bahwa Dia akan membalas apa yang kita sedekahkan, bahkan lebih dari itu. Dengan sedekah, Allah akan mendatangkan ampunan, menghapus dosa, dan menutup kesalahan kita. Itu bukan iming-iming belaka agar kita mau menyedekahkan harta kita untuk orang lain, tapi karena itulah balasan bagi orang-orang yang yakin atas Pemurahnya Allah.
Lho, kita saja susah, gimana mau bersedekah???
Astagfirullah... ketika kita merasa susah, sengsara atau... yah pokoknya yang membuat sedih deh, coba kita lihat di luaran sana. Apakah di luar sana bersih dari orang-orang yang sengsara? Apakah ternyata hanya kita yang sengsara?
TIDAK bukan???
Ya Allah, ampuni hamba-MU. Terlalu serakah hamba di dunia ini, padahal hamba tahu, dalam harta yang hamba punyai ada hak orang lain didalamnya. Ada hak anak yatim di dalamnya. Astagfirullah... Astagfirullah... Astagfirullah...
Teman, banyak kisah nyata yang menyatakan bahwa ternyata Allah itu Maha Rahim.
Aku pernah membaca salah satu Blog milik suatu keluarga yang berpenghasilan pas-pasan. Sang kepala keluarga berusaha meyakinkan dirinya dan istrinya bahwa Allah itu Maha Pemurah. Ia terus meyakini dan harus yakin dengan mantap bahwa Allah itu akan mengganti hartanya yang akan ia sedekahkan.
Suatu hari, mereka bersama seorang anaknya yang baru berumur 10 bulan pergi ke monas. Keuangan mereka saat itu sedang kurang bersahabat. Biasa mereka berbelanja keperluan sehari-hari dengan sangat hemat. Tersisa 2 lembar uang kertas di dompetnya. 1 lembar untuk ongkos dan yang lainnya benar merupakan sisanya.
Sang kepala keluarga terenyuh saat melihat pasukan pengumpul infak, untuk saudara kita semua di Gaza, beraksi. Ia sangat ingin menyedekahkan sebagian rezekinya itu untuk saudara kita di Gaza. Awalnya istrinya masih merasa ragu. Namun akhirnya mantap. Mereka pun menyedekahkan 1 lembar uang kertas dari sisa itu.
Subhanallah, apa yang terjadi kawan?
Belum juga 24 jam, uang itu telah terganti. Kemudian setengah dari itu ia sedekahkan kembali. Dan 10 hari kemudian, uang itu terganti 7 kali lipat. Kemudian setengah dari itu kembali ia sedekahkan 2 hari kemudian, ia mendapatkan gantinya sebesar 10 kali lipat. Subhanallah...
Ya Allah... betapa pemurahnya Engkau.
Memang untuk urusan sedekah, ini tergantung pada hati kita masing-masing. Tergantung pula dari niat kita.
Pernah pula Aku menyimak salah satu acara televisi (acaranya ust. Yusuf Mansyur, Nikmatnya Sedekah), Ada kisah tentang seseorang (nggak tahu ibu2 atau bapak2, lupa lagi. Heheh), dia dilanda hutang. Rumahnya nyaris disita. Namun, saat itu dia yakin bahwa sedekah akan membawanya keluar dari masalahnya. Subhanallah, bukan hanya hutang yang terlunasi, dengan ketulusannya bersedekah, ia mendapatkan rumah yang baru yang lebih dari rumahnya itu. Hmmm temen-temen mau???
Terus, ust. Yusuf Mansyur juga pernah cerita bahwa beliau pernah mendatangi sebuah bengkel besar. Beliau berkata pada pegawai disana ”Subhanallah, besar banget bengkelnya, usaha antum maju.”
Namun sang pegawai hanya tersenyum dan menjawab bahwa bengkel itu milik majikannya, bukan miliknya. Ustad berkata, ”Antum pengen punya bengkel seperti ini?” dengan tegas sang pegawai mengangguk, tentu! ”Bersedekah dan shalat malamlah, minta sama Allah bahwa antum ingin punya bengkel sebesar ini!”
Apa yang terjadi beberapa tahun kemudian? Wow, Dia mempunyai bengkel miliknya sendiri yang lebih besar dari bengkel itu. Subhanallah...
Hmmm... Kisah-kisah itu cukup membuat kita merinding bukan? Benar atau tidaknya, wallohualam... Yang pasti, kita harus yakin dengan janji-janji Allah.
Apa yang bisa kita sedekahkan, sementara kita hanya seorang pelajar yang nggak punya pemasukan? (kata siapa? Bukannya punya uang bulanan?hhehe...)
Kita nyoba menginfakan sedikit saja dari bekal kita, yuk!! Yang penting niat dan ketulusan kita memberi. Mudah-mudahan dapet nilai plus dari Allah.
Yuk, kita coba bareng-bareng, mencintai harta kita dengan beramal... semoga Allah meridhoi kita... amiiin...
Salam sayang, Riris Kharisma Dewi
