Seberapa Pentingnya Pendidikan untuk Kita?

Pendidikan.

Apa yang tersirat dalam benak kalian apabila mendengar kata “Pendidikan”? Suatu siksaan kah? Paksaan? Atau bahkan sesuatu yang mematikan? Astagfirullah… Pendidikan itu adalah suatu wadah untuk kita agar kita berlatih sampai menguasai suatu bidang yang akan membawa kita lebih hidup dan berguna. Pendidikan seharusnya kita jadikan suatu santapan lezat layaknya pizza, hamburger, ice cream, nasi goreng, baso, dll deh (kok saya jadi laper ya???)…

Menurut Jean Piaget, pendidikan itu berarti menghasilkan, mencipta, meskipun tidak banyak dan tetap dibatasi dengan pembandingan dengan penciptaan lain. Kata beliau, pendidikan itu sebagai penghubung dua sisi, disatu sisi individu yang sedang tumbuh dan disisi lain nilai sosial, intelektual, dan moral menjadi tanggung jawab sang pendidik untuk mendorong individu tersebut.

Lho, berarti kita sebagai individu yang belajar berarti nggak perlu merasa dibebani dengan nilai sosial, intelektual dan moral donk?
Rasanya nggak gitu deh. Harusnya kita sadar diri, dalam dunia pendidikan kita sebagai pelajar bukan pengajar. Jadi, dengan kata lain berarti kita berperan sebagai individu yang membutuhkan ilmu pengetahuan. Sedangkan pengajar kan cuma ngasih pelajaran. Mau diterima atau nggak, mungkin itu terserah kita. Ibaratnya, kita lagi laper terus ibu guru ngasih kita nasi,apa kita akan dengan cuek membiarkan nasi itu mubadzir sedangkan kondisi kita membutuhkannya untuk hidup? Nah, begitu juga dengan pendidikan.
Terkadang, kalau guru lagi menerangkan, kita males, apalagi pelajaran terakhir saat panas matahari tanpa ampun menyengat tubuh kita. Iii… rasanya pengen kabur dari ruangan kelas. Bahkan sempat kita menggerutu (mau dalam hati atau berbisik sama aja kali ya?) “uuuhh..  ngapain sih belajar ginian? Trigonometri, limit, diferensial, ribet banget… buat apa coba??”. Pernah?

Sekarang coba deh kita perhitungkan, berapa uang yang dikeluarin orang tua cuma buat pendidikan kita? Masih berani bilang bahwa pendidikan itu nggak penting?
Oke deeehhh… kita lihat aja yuk, pengertian pendidikan itu seperti apa sih?
“Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan” (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991).
Hayooo… berlaku nggak sih sama kita?? Hihi…

“pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik menyangkut daya fikir atau daya intelektual, maupun daya emosional atau perasaan yang diarahkan kepada tabiat manusia dan kepada sesamanya.” (Jhon Dewey)

Waduuuh kalau misalnya kita mengesampingkan pendidikan, bisa-bisa kita tumbuh menjadi orang yang dingin, arogan, tidak berperikemanusiaan, bahkan mungkin nggak mengenal adanya kehidupan sosial. Kayak tarzan yang cuma hidup di hutan, tanpa teman. Iii… mengerikan juga…

Kita sekarang lihat dari pandangan agama yuk! “seberapa pentingnya sih pendidikan dilihat dari kacamata agama?”
Allah telah memerintahkan kepada kaum muslimin agar mau mempelajari tentang apa yang telah DIA ciptakan di muka bumi ini agar kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Sebagaimana Firman-Nya:
“dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.” ( QS. An-Nahl:13)

“Maka apakah (Allah) yang menciptakan sama dengan yang tidak menciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. An-Nahl:17)

Kita tidak bisa mengelak dengan adanya ketetapan Allah untuk kita. Sebagaimana disebutkan dalam alQuran tadi.
“Kejarlah ilmu sampai ke liang lahat!”
“Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri Cina!”
Peribahasa-peribahasa itu yang seharusmya membuat kita malu dan sadar, ternyata betapa harusnya kita bersungguh-sungguh dalam mengejar ilmu.
“dari Annas  bin Malik ra. Berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya sebagian dari tanda-tanda kiamat adalah terangkatnya (hilangnya) ilmu, tetapnya kebodohan, diminumnya khamer, tampaknya perzinahan, banyaknya wanita dan sedikitnya laki-laki sampai lima puluh wanita mempunyai satu penegak (laki-laki)”. (HR. Bukhari)

Subhanallah… bagaimana kita mau meninggalkan pendidikan jika memang begini. Menakutkan… Hiiii…
Nah, teman-temanku yang baik, rajin, dan sholeh sholehah, kita sekarang tahu kan seberapa berartinya pendidikan buat kita yang masih seperti gelas kosong yang baru terisi sedikit (katakan seperempat) berarti kosong tiga per empat kan? Waw… masih jauh untuk terisi penuh…
Siap untuk semangat dalam menuntut ilmu???? Siap menjadikan pendidikan sebagai makanan lezat??? Ayo… tangkas semua ilmu, kita jadikan hidup ini menjadi lebih berwarna dengan warna-warna kehidupan yang kita pelajari, biar nanti kita nggak kaget lagi kalo dapet permasalahan dalam kehidupan… Be the best people with our knowledge!!!

Salam sayang,
sahabatmu
Riris Kharisma Dewi….


Postingan populer dari blog ini

Untukmu Bangsaku

Indahnya Akhlak Rasulullah

Sekilas Tentang Hujan Senja