Tentang ikhlas
"Itu kuenya buat kamu aja" kata si A.
"Benarkah? Kamu ikhlas kan?" tanya si B terheran-heran."Iya, saya ikhlas..."
Benarkah ia ikhlas?
Bukankah pada hakikatnya ikhlas itu merupakan sesuatu yang sangat penting untuk digunakan dalam berkehidupan? Ikhlas seharusnya menjadi pendamping setiap langkah kita, karena dengan ikhlas, maka pahala Allah pun insyaallah akan mengalir, seperti yang dikatakan dalam hadits, “Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata.” (HR Abu Daud dan Nasa’i).
Imam Ali bin Abu Thalib r.a juga berkata, “orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amal diterima oleh Allah.”
Bahkan dalam al-quran pun Allah Swt telah berfirman yang artinya : Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS al-An’aam [6]: 162) itu sudah jelas menerangkan bahwa ikhlas merupakan hal terpenting yang harus kita jadikan pengiring setiap langkah kita.
Orang yang ikhlas disebut "Mukhlis". Seorang yang ikhlas itu ternyata memiliki tanda -tanda khusus lho, kawan. Tanda orang ikhlas itu diantaranya ialah :
1. Takut akan ketenaran atau takut diketahui orang atau juga tidak "Riya". Malah ada yang menyebutkan bahwa ketika kita berniat ikhlas, namun kita mengatakannya bahwa kita ikhlas, maka gugurlah pahala ikhlasnya. Astagfirullah, padahal banyak sekali diantara kita semua yang begitu mudahnya mengatakan "ya, saya ikhlas". Benarkah ia ikhlas? Wallahualam...
2. Menunjuk diri sendiri dalam beribadah kalau ada kekurangan, dalam arti menyesali diri atas perbuatan yang tidak sesuai atau ibadah yang belum sempurna, sehingga senantiasa terus memperbaiki diri.
3. Beramal ibadah diam-diam, jauh dari sorotan. ini dimaksudkan untuk tidak timbul sifat "Riya" dalam diri
4. Tidak menuntut pujian dan tidak terkecoh pujian.
5. Tidak kikir pujian terhadap orang yang layak dipuji. Orang ikhlas senantiasa mengeluarkan pujian kepada orang yang memang selayaknya pantas untuk dipuji. Ini dimaksudkan untuk saling menumbuhkan motivasi diantara keduanya
6. Berbuat selayaknya dalam memimpin, tidak semena-mena, tidak merasa diri paling sesuatu, dll.
7. Senantiasa mencari keridhoan Allah, bukan keridhoan manusia
8. Menjadikan keridhoan Allah dan kemarahan Allah bukan karena pertimbangan pribadi.
9. Senantiasa sabar sepanjang jalan kehidupan.
10. Rakus akan amal yang bermanfaat.
11. Menghindari ujub
Dengan adanya tanda-tanda diatas, maka ikhlas dapat dikatakan sebagai suatu peringatan untuk selalu membersihkan diri. So, berhati-hatilah ketika kita ikhlas, jangan sampai kita menodai keikhlasan itu sendiri. ^_^
Riris Kharisma Dewi :)
